Generasi Milenial

-

Artikel Terbaru

Sunday, April 19, 2020

Jangan Lupa Beli ini Sewaktu Pergi ke Yogyakarta



Halo sobat Generasi Milenial, di era modern ini apakah kalian pernah mendengar, bahkan pernah makan makanan tradisional khas Yogyakarta yang bernama thiwul? Kali ini, kita akan membahas makanan tradisional khas Yogyakarta yang di zaman serba digital ini agak susah ditemukan ini yaitu thiwul.
Thiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dari singkong olahan. Makanan ini sangat unik, selain rasanya yang sangat khas, Thiwul ini juga dapat digunakan sebagai pengganti nasi. Makanan ini sudah terkenal sejak zaman kuno dan telah menjadi salah satu warisan kuliner bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya daerah Gunung Kidul.

Thiwul adalah makanan yang sangat bersejarah karena sudah ada sejak

zaman kuno. Secara historis, di era kolonial makanan ini digunakan sebagai makanan pokok bagi orang-orang dan dimakan dengan lauk pauk dan sayuran. Bahkan setelah era kolonial, makanan ini masih berfungsi sebagai makanan pokok ketika stok beras habis sebelum masa panen.
Thiwul dibuat melalui beberapa proses. Dalam proses pembuatannya, singkong dikupas dan dijemur hingga kering. Singkong kering umumnya disebut oleh orang Jawa sebagai singkong. Gaplek kemudian ditumbuk sampai halus dan menjadi seperti tepung. Kemudian tepung dikukus sampai matang dan menjadi Thiwul. Dalam presentasinya, Thiwul biasanya disajikan dengan kelapa parut. Tapi bisa juga disajikan bersama lauk atau sambal. Thiwul memiliki rasa yang sedikit manis dan memiliki aroma alami dari singkong, sehingga memiliki rasa yang unik dalam makanan ini. Selain itu, teksturnya yang halus dan gumpal memberikan sensasi tersendiri ketika kita memakannya. Thiwul ini diyakini sangat bermanfaat bagi tubuh kita, karena memiliki kandungan kalori lebih rendah daripada nasi. Thiwul ini juga dapat mencegah penyakit seperti bisul dan penyakit perut lainnya.



No comments:

Post a Comment