Generasi Milenial

-

Artikel Terbaru

Wednesday, April 22, 2020

Mengenal Karakteristik Rumah Adat Sumatera Utara


Rumah adat Tradisional Sumatera Utara yang biasa dikenal dan dianggap sebagai ikon kebudayaan dari Provinsi Sumatera Utara bernama Rumah Bolon. Tapi, selain rumah Bolon, ada juga beberapa model rumah tradisional lain
Struktur dari rumah "Rumah Bolon" ini adalah sebutan untuk rumah adat orang Batak Toba di Provinsi Sumatera Utara. Penyebab dari adanya berbagai versi dari Rumah Bolon ini dikarenakan Adanya beberapa sub-suku Batak diantaranya rumah Bolon Toba, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Pakpak, rumah Bolon Mandailing, dan rumah Bolon Angkola. Walaupun ada berbagai versi arsitektur dari Rumah Bolon ini,secara garis besar memiliki beberapa karakteristik yang membedakan rumah tradisional asal Sumatera Utara ini dari rumah tradisional dari provinsi lain di Indonesia. 


Rumah Bolon mempunyai ciri khas yaitu rumah panggung yang hampir semua bagiannya dibuat menggunakan bahan bangunan yang diperoleh dari alam. Tinggi dari tiang rumah sekitar 1,75 meter dari tanah, dan tiang ini terbuat dari batang kayu  berdiameter ±40 cm, dan dindingnya unik karena dibuat dengan anyaman bambu, lantai terbuat dari papan, sedangkan atap terbuat dari daun sagu atau palem. Untuk memperkuat ikatan antar bahan agar bisa menyatukan rumah bolon, tidak menggunakan satu paku pun. Itu dibuat dengan sistem kunci antara kayu yang kemudian diikat menggunakan tali.
Fungsi dari rumah tradisional ini di masa lalu, rumah Bolon adalah tempat tinggal 13 raja Batak. Namun seiring perkembangannya, kemudian digunakan sebagai rumah bagi orang Batak pada umumnya. Untuk mendukung fungsi ini, rumah adat Sumatera Utara dibagi menjadi beberapa ruang berdasarkan peruntukannya, yaitu:

1. Ruang bong adalah ruang khusus untuk kepala keluarga yang terletak di belakang di sudut kanan.
2. Ruang Jabu Soding adalah ruang khusus untuk anak perempuan yang terletak di belakang kiri menghadap jabu bong.
3. Ruang jabu suhat adalah ruang khusus untuk anak laki-laki tertua yang sudah menikah yang terletak di sudut kiri depan.
4. Ruang tamparan adalah kamar untuk menyambut tamu yang terletak di sebelah jabu suhat.
5. Kamar jabu tonga hona ni jabu rona adalah ruang keluarga yang memiliki ukuran terbesar dan terletak di tengah rumah.
6. Di bawah rumah digunakan sebagai tempat menyimpan makanan serta kandang ternak. Pembagian ruangan seperti aturan di atas tidak berarti bahwa setiap ruangan harus dipisahkan oleh dinding pemisah. Secara umum, bagian dalam rumah adalah ruang besar tanpa partisi. Namun, kamar-kamar ini dipisahkan oleh aturan adat yang membatasi dan mengikat setiap anggota keluarga dan tamu yang datang.

Karakteristik Rumah Bolon memiliki keunikan tersendiri dalam desain arsitekturnya. Keunikan inilah yang kemudian menjadi ciri dan pembeda dari rumah tradisional ini dengan rumah-rumah tradisional provinsi lainnya di Indonesia. Ciri khas rumah tradisional Baton Bolon antara lain: Memiliki atap yang terlihat seperti pelana kuda dengan sudut yang sangat sempit sehingga cukup tinggi, dindingnya pendek tapi cukup berdiri karena rumah tidak dilengkapi dengan plafon. Dinding bagian atas dilengkapi dengan anyaman yang meningkatkan penampilan rumah. Di atas pintu depan ada lukisan gorga atau binatang, seperti kadal dan kerbau yang didominasi warna merah, hitam, dan putih. Gambar kadal adalah simbol bahwa orang Batak adalah orang yang memiliki rasa persaudaraan yang begitu kuat satu sama lain, sedangkan gambar kerbau adalah simbol rasa terima kasih.

No comments:

Post a Comment