Generasi Milenial

-

Artikel Terbaru

Thursday, April 9, 2020

"Rumah Teletubbies" Bagunan Cagar Budaya di Yogyakarta


Halo Sobat Generasi Milenial, seberapa banyak sih pengetahuan kalian mengenai situs situs bangunan maupun benda benda bersejarah? Kali ini kita akan membantu menambah wawasan dan sekaligus menjaga sejarah dan melestarikan cagar budaya kita di era serba modern saat ini.
Candi Abang terletak di Sentonorejo, Jogotirto, Kabupaten Berbah, Sleman, Yogyakarta. Untuk sampai di tempat candi ini, Kalian dapat mencari Jalan Jogjakarta-Solo, lebih tepatnya di daerah Prambanan. Setelah tiba di Terminal Prambanan, Kaliancari Jalan Jogjakarta-Piyungan. Di sana, kalian akan menemukan papan nama di sebelah kanan dengan tulisan Candi Abang dan Gua Sentana.
Keutuhan dari candi abang ini memang sudah tidak sempurna lagi, akan tetapi keindahan dan keunikannya masih lengkap. Candi Abang ini masih berdiri di puncak bukit dengan bangunannya yang khas yaitu menggunakan bahan batu bata merah. Candi ini mempunyai ukuran yang lumayan besar.  Salah satu keunikan candi abang ini adalah yang bentuknya menyerupai piramida dan mempunyai sumur di tengah candi ini. Candi ini juga punya tangga masuk yang terbuat dari batu yang berwarna putih atau yang biasa orang jawa sebut dengan istilah batu “gamping”. Menurut para arkeolog, candi ini dibuat sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Namun, Candi Abang ini diperkirakan memiliki usia yang lebih muda disbanding candi-candi Hindu lainnya.

Candi yang bentuknya limas ini diberi nama Candi Abang karena yang terbuat dari bahan batu bata yang berwarna merah. Candi ini berupa bukit, namun sekarang dipenuhi dengan rerumputan jadi apabila dilihat dari jauh terlihat hanya gundukan tanah atau seperti bukit yang kecil saja. Menurut narasumber yang saya temui, pada saat pertama kali Candi Abang ini ditemukan, pada candi ini terdapat patung dan pangkalan yoni dari simbol dewa Siwa yang berbentuk segitiga (persegi namun tidak persegi seperti biasanya yang kalian tahu) dengan sisi-sisinya berukuran 15 cm. Beberapa orang juga beranggapan bahwa dahulu Kuil Abang ini sebagai Gudang harta di zaman Mataram kuno. Karena Candi ini sering rusak dan digali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mencari harta-harta bersejarah dan barang bersejarah, maka saat ini sudah tidak ada lagi barang barang tadi. Candi abang ini dibilang unik karena pada saat ganti musim warnanya bisa berubah, penyebabnya adalah rerumputan yang menyelimuti  candi ini pada saat musim hujan akan berubah jadi hijau yang segar, namun pada saat musim kemarau tiba rerumputan tadi menjadi kering dan akan berwarna coklat. Seperti biasanya, mayoritas candi itu dibuat diatas bukit, karena anggapan orang di masa lampau tempat yang lebih tinggi dianggap sebagai tempat yang suci (tempat para dewa tinggal). Kesimpulannya hal yang menarik dan unik dari Candi Abang ini adalah yang terbuat dari batu bata merah, karena pada candi candi lainnya biasanya dibuat memakai batuyang hitam tapi candi ini memakai batu bata merah.
        Candi  Abang, Piramida Perlindungan Warga Di lokasi candi ditemukan Yoni, sebagai penanda bahwa candi tersebut adalah peninggalan agama Hindu. Yoni di candi adalah segi enam atau segi delapan dengan masing-masing 15 cm. Di wilayah Candi Abang, tepatnya di sisi selatan candi terdapat batu yang menyerupai katak. Oleh masyarakat setempat, itu dinamai Batu Kodok, walaupun tidak ada penjelasan lengkap tentang keberadaan batu itu. Di bagian atas candi, ada sebuah sumur bernama Bandung. Saat berada di lokasi ini, begitu melihat ke bawah dari atas bukit, Anda bisa menyaksikan hamparan sawah dan lahan yang digunakan untuk berbagai kegiatan.




No comments:

Post a Comment